Home » » PSK Bawah Umur Layani Kakek-kakek, Orang Korea Hingga Jepang

PSK Bawah Umur Layani Kakek-kakek, Orang Korea Hingga Jepang

Meski Lokalisasi Saritem telah ditutup secara resmi oleh Pemkot Bandung sejak tahun 2007 silam, dan bahkan dikabarkan akan disulap menjadi Pasar Emas dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, namun hal itu tidak lantas membuat tempat prostitusi tersebut tidak menunjukkan geliatnya.


Lokalisasi yang sudah ada sejak jaman Belanda itu hingga kini masih tetap bisa menawarkan jasa ‘lendir’ untuk para lelaki hidung belang yang mencari kepuasan. Hal itu bisa dilihat dari razia yang dilakukan Polrestabes Bandung, dimana sebanyak 169 PSK berhasil terjaring razia, diaman ditemukan ada enam PSK diantaranya masih di bawah umur.

RK, PSK yang masih berumur 17 tahun saat ditemui disela-sela pemeriksaan mengungkapkan bahwa dirinya baru bergabung menjadi PSK di Jalan Saritem, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung itu sejak empat bulan yang lalu.

“Saya asli Bandung. Ikut mami (germo) udah empat bulan,” akui wanita berkulit mulus itu pada wartawan, Kamis (21/5/2015

Mengutib laporan Okenwes.com, diakui pula oleh wanita berambut sebahu itu bahwa sebulannya ia bisa mendapatkan penghasilan bersih hingga sampai Rp25 juta. Hal itu wajar saja lantaran ia mematok harga yang cukup tinggi untuk jasaya itu, yakni sebesar Rp300 ribu untuk short time. Meski memasang harga yang tinggi namun pelanggannya tidak pernah sepi lantaran RK memili paras yang cantik.

“Sehari saya paling bisa datang tamu sampai delapan orang. Bersihnya sebulan bisa sampai Rp25 juta,” ungkapnya.

Untuk menarik perhatian dan diminati oleh para lelaki hidung belang ia pun memoles paras ayunya itu dangan khas Mojang Bandung. Selain itu ia juga mengenakan pakaian super mini.

Terbukti modal penampilan dan bodi aduhai yang dimilikinya itu cukup mampu meembuat pria asing juga tertarik pada dirinya. Bahkan sampai kakek-kakek pun turut tertarik untuk meenggunakan jasa yang ditawarkannya itu.

“Pernah juga sama orang Korea sama Jepang. Ada juga kakek-kakek,” akuinya. (Ngokos.com)

0 komentar:

Posting Komentar

c
Diberdayakan oleh Blogger.