Bantu Anak Sekolah Pasang Rantai, Polisi Ini Menuai Pujian

Polisi lalu lintas Kebumen ini memang pantas untuk dijadikan teladan dan diacungi jempol. Karena sela-sela waktu bertugasnya yang padat ia masih menyempatkan diri untuk membatu seorang anak sekolaah untuk memasang rantai sepedanya yang lepas yang kala itu kebetulan melintas didekatnya.


Foto tersebut diunggah oleh akun Facebook Sat Lantas Polres Kebumen, Jumat (14/8) yang juga mengungkapkan identitas polisi lalu lintas itu. “Anggota Sat Lantas Polres Kebumen Aipda Mariyanto, SH membantu memasang rantai sepeda anak sekolah yang lepas di jalan Pahlawan Kebumen,” tulis akun tersebut.

Foto tersebut pun angsung mendapatkan tanggapan positif dari pengguna sosial media yang kagum dengan aksi Aipda Mariyanto. Meski ada yang menganggapnya hanya sekeddar pencitraan belaka. Namun banyak pula yang mengapresiasinya.

“Siiiiip! tauladan yang baik Ndan! anda layak dapat bintang!” komentar pemilik akun Ugie Sugiharto.

“Percaya enggak…hanya dengan perbuatan kecil semacam ini masyarakat sekitar jadi segan dan sungkan terhadap beliau,” timpal pemilik akun Pak De Dwi. (Merdeka)

PSK Bawah Umur Layani Kakek-kakek, Orang Korea Hingga Jepang

Meski Lokalisasi Saritem telah ditutup secara resmi oleh Pemkot Bandung sejak tahun 2007 silam, dan bahkan dikabarkan akan disulap menjadi Pasar Emas dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, namun hal itu tidak lantas membuat tempat prostitusi tersebut tidak menunjukkan geliatnya.


Lokalisasi yang sudah ada sejak jaman Belanda itu hingga kini masih tetap bisa menawarkan jasa ‘lendir’ untuk para lelaki hidung belang yang mencari kepuasan. Hal itu bisa dilihat dari razia yang dilakukan Polrestabes Bandung, dimana sebanyak 169 PSK berhasil terjaring razia, diaman ditemukan ada enam PSK diantaranya masih di bawah umur.

RK, PSK yang masih berumur 17 tahun saat ditemui disela-sela pemeriksaan mengungkapkan bahwa dirinya baru bergabung menjadi PSK di Jalan Saritem, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung itu sejak empat bulan yang lalu.

“Saya asli Bandung. Ikut mami (germo) udah empat bulan,” akui wanita berkulit mulus itu pada wartawan, Kamis (21/5/2015

Mengutib laporan Okenwes.com, diakui pula oleh wanita berambut sebahu itu bahwa sebulannya ia bisa mendapatkan penghasilan bersih hingga sampai Rp25 juta. Hal itu wajar saja lantaran ia mematok harga yang cukup tinggi untuk jasaya itu, yakni sebesar Rp300 ribu untuk short time. Meski memasang harga yang tinggi namun pelanggannya tidak pernah sepi lantaran RK memili paras yang cantik.

“Sehari saya paling bisa datang tamu sampai delapan orang. Bersihnya sebulan bisa sampai Rp25 juta,” ungkapnya.

Untuk menarik perhatian dan diminati oleh para lelaki hidung belang ia pun memoles paras ayunya itu dangan khas Mojang Bandung. Selain itu ia juga mengenakan pakaian super mini.

Terbukti modal penampilan dan bodi aduhai yang dimilikinya itu cukup mampu meembuat pria asing juga tertarik pada dirinya. Bahkan sampai kakek-kakek pun turut tertarik untuk meenggunakan jasa yang ditawarkannya itu.

“Pernah juga sama orang Korea sama Jepang. Ada juga kakek-kakek,” akuinya. (Ngokos.com)

Api Membentuk Lafadz Allah Saat Kebakaran di Sumsel, Ini Penjelasannya

Seperti diketahui belakangan ini sebagian wilayah Indonesia, khususnya Sumatra Selatan tengah dilanda bencana asap. Hal ini disebabkan oleh terjadinya kebakaran di sejumlah lahan kosong termasuk lahan gambut sehingga mengakibatkan bencana asap itu terjadi.


Dibalik ramainya pemberitaan asap yang menyebabkan jarak pandang semakin pendek dan memaksa sebagian besar masyarakat diwilayah tersebut harus menggunakan masker dalam melakukan kegiatannya. Beredar foto api yang tengah membakar hutan yang diunggah seorang jurnalis surat kabar di Sumatra Selatan. Foto tersebut langsung membuat kehebohan disosial media lantaran membentuk lafazh Allah.

Lantas pengguna sosial pun kemudian meenghubung-hubungkan kejadian tersebut dengan peringatan dari Allah. Namun ada pula yang menanyakan kebenaran foto tersebut.

“Subhanallah bukan rekayasa kan?” komentar pemilik akun Anni Rahmawati. “Subhanallah…. itu pertanda Allah menginggatkan kita… Allahu akbar..” tulis pemilik akun Bunda Rara.

Heboh mengenai foto tersebut juga mengundang Rasyid Irfandi salah seorang fotografer memberikan analisisnya yang mengungkapkan bahwa foto tersebut bisa saja asli namun bisa juga palsu. Pasalnya menurutnya sangat mudah untuk memanipulasi foto yang bentuknya asap, awan dan api dengan menggunakan aplikasi photoshop. Karena objek tersebut sangat mudah untuk di edit menjadi terlihat sangat rapi hingga menyulitkan seseorang untuk membedakannya apakah asli atau palsu.

Akan tetapi menurutnya bukan tidak mungkin foto tersebut asli dengan syarat sang foto grafer manyadari momen saat api membentuk kalimah Allah. Peluang mendapatkan foto seperti itu bisa mencapai 1/1 miliar atau bahkan 1/1 triliun.

“Bukan hal mustahil karena seluruh ciptaan Allah di langit dan bumi bertasbih, bertahmid dan bertakbir menyebut Asma Allah dengan keunikan dan caranya masing-masing,” komentarnya seperti dilansir Tribunnews.

Terkait kebakaran itu terjadi karena peringatan dari Allah tentu saja semua becana yang teradi merupakan peringatan dari Allah kepada ciptaannya sebagaimana firman-Nya:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Qs. Ar Rum : 41) (Tarbiyah.net)

Waduh, Gojek Bisa Digunakan Buat ‘Beginian’

Sudah banyak pengguna sosial media yang menjadikan sosial media sebagai wadah mereka untuk saling berkenalan, berbagi informasi, sebagai tempat curhat, berbagi pengalaman dan masih banyak laagi lainnya.


Mereka merasa nyaman berbagi di sosial media lantaran mereka bebas untuk bercerita dan memberikan komentar mereka. Misalnya saja seperti cerita yang dibagikan oleh pemilik akun Facebook bernama Anshori Suhendro terkait pengalaman lucu yang pernah dialaminya sebagai pengguna jasa Gojek.

Ada yang unik dari apa yang dibagikan oleh Anshori dalam ceritanya, pasalnya jasa gojek yang biasanya digunakan untuk anatar jemput pelanggan atau barang malah dipesan untuk menyampaikan kata putus oleh sepasang kekasih yang identitasnya dirahasiakan olehnya.

Dalam status yang dibagikannya itu ia memberikan judul “Ternyata gojek bisa dipake buat ginian.” yang kemudian menampilkan percakapan antara driver Gojek dan calon pelanggan serta penerima kata putus yang dititipkan padanya, dialognya antara Abang Gojek (A) dengan Saya (S). Cerita yang dibagikannya sejak 12 September 2015 lalau itu sudah mendapat tanda jempol atau kesukaan dari 674 akun, dan telah dibagikan oleh 3.229 pengguna Facebook, dan hampir mendapatkan 100 komentar. Dan berikut ini adalah statusnya yang dibagikannya seperti dikutip dari laman Tribunnews.

Iseng ah, sudah lama nggak bikin status di facebook
Jadi ceritanya, malam ini saya coba aplikasi dan jasa yang sangat kekinian. Apalagi kalau bukan si Gojek yang lagi nge-Hitz. Nah, selama perjalanan panjang dan macet dan penuh dengan asap kendaraan dari Depok ke Pamulang, si abang ini yang saya lupa namanya, cerita-cerita. Katanya sih, ini adalah salah satu service agar si penumpang nggak bosen dan ngantuk. Padahal saya sukanya diem-dieman karena saya orang yang diem :3
Banyak cerita yang dibagi sama si abang Gojek ini, curhatan pun diceritain. Tapii ada satu cerita yang bikin berkesan. Beginilah ceritanya:
Abang Gojek (A)
Saya (S)

A: Mbak, saya dulu pernah loh disuruh anter pesan dalam bentuk kalimat.
S: Hah? Maksudnya?

A: Iya.. jadi di aplikasi Gojek kan ada orderan buat anter barang, nah ada customer yang order itu. Trus saya dateng la ke daerah Kuningan, yang apartemen itu loh. Saya ketemu sama orangnya, cewek. Saya tanya, “Mbak yang pesan gojek”, trus kata Mbaknya “Iya mas”. “Barang apa yang mesti saya anterin?”. Eh kata si Mbaknya ga ada, lah saya bingung. Ternyata, saya dikasih alamat dan disuruh nyampein pesan ke orang yang di alamat itu.
S: Pesan apaan?
A: Pesannya, “Hari ini kita putus!!”
S: *LOL* trus? trus??

A: Yah si Masnya kesel. trus langsung marah-marah. Trus dia malah nyuruh saya buat nyampein pesan juga ke si Mbak tadi. Lah saya nggak bisa, harus pake aplikasi Gojek dulu. Akhirnya si Mas itu download aplikasi Gojek dan langsugn saya OK. Saya dibayar 30 ribu tuh, dan langsung balik lagi ke apartemen si Mbak tadi.

S: *LOL* Trus apa pesannya??

A: Saya ketemu lagi sama Mbaknya, dan bilang. “Mbak ada pesen dari Mas B, katanya “Terserah lo!!!”

Ternyata, Gojek juga bisa buat ginian. Mungkin ada yang tertarik?? LOL.

Terang saja apa yang dibagikan oleh pengguna Facebook bernama Anshori tersebut langsung mengundang komentar dari pengguna Facebook lainnya yang merasa hal itu juga lucu dan membuat tertawa.

“wkwkwkwkwk buat nyampein kata2 begituan aja pake uang 100rb. gueh mah ogah…” tulis pemilik akun Facebook bernama Lina Indrayati.

“hahahaha.. cwenya sekalian iseng nyoba aplikasi gojek pertama kali. kalo dipikir 100rb mendin bwt beli pulsa internet bs video call sekalian deh tuh bs ngomel sepuasnya,” tulis pemilik akun Facebook bernama Dian Pratiwi.

Sakti Hati Ditilang, Pemotor Ini Ajukan Praperadilan

Lantaran merasa penilangan yang dialaminya dilakukan secara tidak sah, pengendara sepeda motor bernama Supriadi ini mencoba melakukan gugatan prapradilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
“Nanti sekitar jam 14.00-15.00 WIB kami akan ajukan gugatan praperadilan ini ke PN Jakpus,” kata Boyamin Saiman, kuasa hukum pemohon, saat dihubungi, Jumat (18/9/2015).


Alasan pengajuan prapradilan itu dilakukan menurut Boyamin lantaran petugas kepolisian melakukan upaya penyitaan yang dinilai tidak sah. Saat melintas di jalan bebas motor di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Supriadi terjaring razia dan Surat Izin Mengemudi (SIM) milik Supriadi disita polisi.

“Kan ada istilah penyitaan tidak sah. Jadi ada penggeledahan, penyitaan, penangkapan, penetapan tersangka. Lah kalau ini penyitaan. SIM-nya kan disita. Merasa tidak sah karena ini aturan diskriminasi. Sama-sama bayar pajak kok masuk jalan itu tidak boleh,” paparnya.

Oleh sebab itulah Boyamin meminta agar Supriadi dibebaskan dari pelanggaran lalulintas dan dikembalikan SIMnya. “Ini penyitaan tidak sah, ya SIM-nya dikembalikan dong kalau gitu,” tandasnya.

Kejadian tersebut terjadi sekitar 1,5 bulan lalu, Supriadi ditilang saat mengendarai speda motor ketika melintasi jalan MH Thamrin. Sedianya sudah ada perda husus yang melarang kendaraan roda dua dan tiga untuk tidak melintasi jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Akan tetapi Supriadi enggan mengikuti sidang yang sedianya telah dilaksanakan sebulan yang lalu. Ia menolak mengikuti sidang lantaran ada tindakan diskriminatif terhadap dirinya. Oleh sebab itulah iapun mengajukan gugatan parapradilan. (Liputan6.com)

c
Diberdayakan oleh Blogger.